Jumat, 12 Desember 2008

Cerita Maria; Danau Misterius

Hak cipta dilingungi olehundang-undang. dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi cerita ini tanpa izin penulis. ^_^ tapi beneran serius!!


DANAU MISTERIUS


”Kemal, Kemal, main yuk!” panggil kawan-kawan Kemal.

”Kemana?” tanya Kemal dari jendela kamarnya yang bertempat dilantai dua.

”Bersepeda ke danau” jawab Tohar.

”Maaf To, aku gak boleh main ke danau misterius lagi karena sudah terbukti bisa memakan korban. Contohnya teman kita sendiri kan yang menghilang, Agus” tolak Kemal halus.

”Ya, gak asik nih Kemal” koor teman-teman yang lain.

”Baiklah aku akan coba pergi diam-diam” kata Kemal dengan wajah terpaksa.

Sebenarnya keluarga Kemal bukan keluarga yang kaya raya, ia hanya keluarga yang sangat sederhana. Rumah nya bertingkat dua karena profesi Bapaknya, yang seorang tukang servis elektronik, karena rumah nya tidak cukup untuk lantai satu saja, jadi dibuatkan dua tingkat. Itupun masih dalam keadaan belum tercat.

”Mau kemana kamu Kemal?” tanya Bapak.

”Mau ke...ke... ke rumah Dito pak. Mau kerja kelompok” jawab Kemal berbohong.

”Lho katamu kelompokmu ada lima orang yaitu Agus, Danu, Anang, kamu, dan Limas. Tidak ada nama Dito disana” selidik Bapak.

”Dito peng...peng...pengganti Agus Pak” jawab Kemal berbohong lagi.

Kring, kring, kring...suara bel sepeda berbunyi.

”Itu seperti suara bel sepeda Tohar?” selidik Bapak lagi.

“Iya pak, Tohar datang menjemput. Saya tidak tahu rumahnya Dito Pak. Toharkan teman kerja kelompok Dito yang dulu Pak, jadi dia tahu rumahnya Dito” ujar Kemal hampir kehabisan akal.

”Ya sudah, hati-hati dijalan ya” nasihat Bapak.

”Iya Pak, Assalamualaikum” salam Kemal.

Waalaikumsalam” jawab Bapak.

”Maaf menunggu lama ya? Bapakku menyelidik terus, aku hampir kehabisan akal didalam” ujar Kemal sambil menaiki sepeda barunya yang masih mengkilat.

”Udah yuk” ajak Tohar tak sabar.

”Yasudah, ayo”

Dijalan...

”Sst...Adhin, cepat pisah diperempatan depan, panggil tuh si Adit dan Aldi” bisik Tohar memakai walky talky nya sekaligus mendekatkan sepedanya dengan sepeda Adhin supaya lebih jelas terdengar.

”Aku pergi dulu ya” Adhin memisahkan diri dari rombongan sepedanya di perempatan.

“Yasudah, sana gih”

”Oiya kawan-kawan kenapa ya Adhin selalu pisah dijalan perempatan dan Adit dan Aldi selalu tidak ikut? Padahal Aldi dan Adit waktu Danau itu belum menjadi ’Danau Misterius’ ia sering ikut?” tanya Kemal heran setelah Adhin berlalu.

”Ooh, i..itu karena Adit dan Aldi gak boleh main sama Emaknya” jawab Trimas.

”Tapi aku sering liat dia main dirumahnya” Kemal tambah heran.

”Huss, jangan suka nuduh si bersaudara yang bukan-bukan Mas! Adhin selalu pisah diperempatan karena ia harus jenguk Neneknya yang sakit. Ibunya selalu menyuruh Adhin ke rumah Neneknya Adhin pun dilarang ke Danau Misterius sama Ibunya. Jadi bisa dibilang kalau Adhin hanya ikut jalan saja. Nah, kalau Adit dan Aldi mah gak usah ditanya, mereka kan penakut sama Danau Misterius ini” jawab Tohar tak kehabisan akal, karena Tohar terkenal dengan ’pembohong yang punya lebih dari seratus kata kebohongan’.

”Kalo gitu, kenapa Adhin selalu ikut kita?” tanya Kemal lagi.

”Itu karena supaya dia ada teman ngobrolnya” jawab Tohar dengan santai.

”Oh, gitu” Kemal manggut-manggut percaya, karena kebohongan Tohar masuk akal.

Setelah beberapa menit melakukan perjalanan ke ’Danau Rawa’ atau yang lebih dikenal dengan ’Danau Misterius’, akhirnya Kemal dan kawan-kawanya pun sampai di lokasi yang mereka tuju. Danau Misterius kini sepi sekali. Padahal dulu ramai sekali. Banyak anak-anak kecil yang bermain di sini.

”Oiya Kemal kamu tunggu disitu sama teman-teman ya, aku mau buang air kecil dulu!” ujar Tohar, yang lain hanya tertawa terbahak-bahak.

”Yasudah, tapi kita ngapain disini?” tanya Kemal kalem.

”Yang itu tanya yang lain saja, aku kebelet nih” jawab Tohar sambil berlari ke pohon, lagi-lagi yang lain tertawa.

Dibalik pohon...

”Adhin cepat kesini dengan Adit dan Aldi juga” bisik Tohar dengan walky talkynya.

”Kami sedang menuju ke sana Har! Jangan marah-marah kenapa?” jawab Adhin.

”Hah, lagian lama sekali kalain itu!” ujar Tohar sambil mematikan walky talkynya.

***

”Lama amat Har? Oiya kalian semua kok pakai walky talky sih? Beli dimana? Gak ngajak-ngajak nih” tanya Kemal.

”Iya habis ini kita temenin kamu beli di toko ’Eva and Evi’ deh” jawab Anto.

”Hah, Mba Eva Mama nya Evi? Gak jadi ah” jawab Kemal geli.

”Kenapa?” tanya Trimas.

”Musuh besar ku hiiii, lagian aku geli sama dia” jawab Kemal tertawa.

”Musuhan kok sama perempuan? Lagian kamu aja suka ngolok dia. Oiya sekarang kita ngapain nih?” tanya Rado.

”Huss Rado” Tohar menaruh jari telunjuknya di mulutnya bertanda untuk diam.

Kresek, kresek, kresek.... terdengar suara gemersik dari semak-semak.

”Suara apa itu?” tanya Kemal kaget.

”Alah, itu bukan apa-apa. Itu pertanda supaya kita lebih mendekat ke danau” ujar Tohar. Tohar dan kawan-kawannya serta Kemal pun maju serentak.

”Jangan dengar kata-kata mereka Kemal!” serentak semua kaget. Kemal yang terdiam pun langsung menengok ke kanannya, darimana suara itu berasal. Kemal sangat kaget bukan kepalang. Saking kagetnya ia hampir terjatuh ke Danau.

”A...Agus...bagaimana kamu bisa disini? Kamu kan hilang berminggu-minggu” tanya Kemal dengan mata terbelalak.

”Hah hilang? Siapa yang bilang begitu? Bukan aku yang hilang, tetapi sepedaku. Karena aku bergaul sama mereka aku jadi terpandang anak nakal di depan Ayahku. Mereka itu mau mengincar sepedamu tau!” jelas Agus.

”Woi, jangan pada diam. Ayo kabur!” perintah Tohar, serentak semua lari pontang-panting sampai lupa akan sepeda mereka.

“Ayo pulang!” ajak Agus.

“Tunggu dulu, ceritakan dong bagaimana kamu ada disini” mohon Kemal.

“Ceritanya panjang sekali, aku kan capai habis latihan Karate” jawab Agus.

”Hah kamu sekarang latihan Karate? Ceritain yang itu juga dong!” mohon Kemal lagi.

”Oke sekarang jam berapa?” kata Agus sambil melirik ke arah jam tangan Kemal.

”Jam 4.45 pas. Memang kenapa?” tanya Kemal.

”Rumahku sudah pindah. Tapi aku latihan Karatenya ada di daerah sini. Itu sangat jauh dari rumahku. Tapi aku terpaksa. Baiklah akan aku ceritakan. Aku bisa menyelesaikan ceritaku pas jam 4.55 dan aku butuh waktu untuk pulang 30 menit bisa juga sekitar 25 menit” jelas Agus panjang lebar.

”Wow kamu juga les Matematika ya? Hebat” Kemal berdecak kagum.

“Iya, kalau kamu mau bisa kuleskan. Jadi kita bisa les bareng hehe”

“Terimakasih, tapi tidak perlu kok. Yasudah mulai ceritamu, nanti kamu salah hitung waktu lho!” Kemal mengingatkan.

”Oke, kumulai ya! Jadi ceritanya begini, waktu itu aku diajak Tohar cs ke ’Danau Misterius’ aku sih iya aja soalnya kan waktu itu namanya bukan ’Danau Misterius’, melainkan ’Danau Rawa’. Nah, saat itu ada suara gemersik dari semak-semak, namun katanya Tohar itu pertanda untuk lebih mendekat ke danau. Aku pun mengikuti perintah pertanda bualannya, namun Tohar langsung mendorongku dari belakang, dan aku terjatuh ke danau. Dengan secepat kilat Adhin, Adit, dan Aldi keluar dari semak-semak dan mereka langsung naik ke sepeda mereka masing-masing. Tapi kecuali Adhin, Adit, dan Aldi. Mereka langsung naik kesepedaku. Dengan urutan, Adhin menggonceng, Adit debelakang, dan Aldi didepan. Karena begitu aku langsung membuntuti mereka, mereka lama sekali mengobrol dirumah kosong yang sepertinya menjadi markas mereka itu. Karena lama sekali, aku pikir ada kesempatan untuk berganti baju. Setelah sampai dirumah aku berganti baju dan menceritakan semua itu kepada seluruh anggota keluargaku. Mereka hanya menasehati, merekapun tidak marah. Untung juga sedang ada Kak Tia dirumah, jadi aku membisikkan ideku ke telinga Kak Tia. Kak Tia pun mengedipkan sebelah mata kirinya. Akhirnya aku dan Kak Tia membuntuti Tohar cs ke markas mereka menggunakan motor listrik tak bersuara milik Kak Agustia Fernanda. Jadi kalau kami membuntuti mereka jadi tidak gampang ketahuan dech! Ternyata mereka menjual sepedaku ke pasar loak, Kak Tia mau membelinya tapi aku dan Kak Tia tidak membawa uang, dan saat kami tanya berapa harganya, penjual itu berkata ”Itu keluaran baru, baru datang. Harganya sekitar 775.000 sanggup gak beli? Tapi ini tidak teruntuk anak kecil seperti kalian yang gak mampu. Tapi keluaran anak-anak elit” bentak abang itu yang setengah preman. Kami pun langsung meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa. Dengan sedih aku meninggalkan sepeda kesayangan ku yang baru dibelikan Ayah karena aku rangking 1 itu. Baru setahun lima bulan aku bersama sepedaku itu. Namun jangan khawatir, aku sudah dibelikan sepeda baru karena tingkatan karateku sudah hitam” cerita Agus panjang lebar.

”Terus tentang les mu?” tanya Kemal.

”Oh, itu karena sekolahku libur setiap hari Sabtu dan Minggu. Nah, karena gak ada kegiatan, aku daftar les Matematika dan Karate. Tadinya mau Bimble tapi takut kecapean. Jadi les cukup 2 saja dulu” jelas Agus lagi.

”Wah hebat kamu Gus!” puji Kemal.

”Ah, gak seberapa kok! Sudah ya, aku pulang dulu, salam buat orangtuamu Mal!”

“Iya, sering main dong kerumahku!”

”Iya Insyaallah

Dengan tergesa-gesa Kemal menaiki sepedanya dan mengayuh dengan cepat. Rasanya tidak sabar sampai dirumah. Sesampainya dirumah, Kemal pun langsung menceritakan semua kejadian itu ke Ayahnya dan Kak Tari. Ibu Kemal sedang menjaga warung, jadi tidak bisa mendengarkan cerita Kemal itu. Namun tak lupa, setelah shalat maghrib, ia akan menceritakan kisahnya kepada Ibunya juga.

***

MenggiLaa... di PaSSer.....!!!!

Pada hari Kamis jam 11.00, bel sekolah berbunyi....
Biasanya ini waktunya istirahat ke II tapi kata guru gw...
"Hari ini kalian pulang cepat karena Kepala sekolah, Ibu, dan guru-guru lain akan rapat"
Yess...!!! pulang nanti bisa langsung main games dongkz!!!
Eitss...gw lupa!!! Gw and kelompok blom ngerjain tugas buat 'Kain Jumputan'!!
mmm....mumpung pulang cepet beli bahan aja dulu terus kerjain di rumah gw.....
"Eh Indah, Dini, Nanda, inget kan kita belum buat tugas kain jumputan? Sabtu dikumpulin nich! mumpung pulang cepet, gimana kalau kita ke pasar dulu buat beli bahan? lagipula kita kan udah patungan" panggil ku.
"Tapi Annisa gak masuk. gak mungkin kita buatin kain buat dia kan?!" ujar Indah.
"Ya mungkin aja. dia kan udah baik sama kita. yaudah cepet yuk ke pasar" ajak ku.
"Ngerjain di rumah siapa?" tanya Dini ngelama-lamain.
"Ya dirumah gw lah!" jawabku.

Sesampainya di pasar....
"Kita beli kain blacu dulu yuk! dimana ya tempatnya? tanya sama abang itu yuk!" ujarku.
"Yaudah"
"Bang, tukang jualan kain itu dimana ya?" tanyaku.
"Oh di Pak Aji, lurus aja terus belok kiri" kata abang itu mengarahkan dengan tangannya.
"Oh, makasih ya bang"

Sesampainya di Toko Pak Haji....
"Pak aji beli kain blacu putih 2 m dong!" ujar indah.
"harganya berapa per 1 m nya pak?" tanya Nanda.
"9 rb" jawab istri pak aji. karena pak aji nya lagi sibuk ngurus pembeli yang lain. alias tetangga indah. Pak Bejo.
"2 m 18 rb dong! uang patungannya aja 16 rb. klo nisa masuk jadina 20 rb nich! HUCH nisa buat repot aja!" ujar nanda.
"2 m 16 rb aja dech bu!" tawar dini.
"janganlah"
"Ayo dong bu" tawar kami.

Indah akhirnya yang mencoba menawar-nawar. bahkan aku, nanda, dan dini?? menggiLAA.....
hahaha....apa aja kegilaan kami?? samping toko pak aji adalah toko underwear nya cewe....
"eh...eh... liatin gw" kata nanda.
nanda berjalan melawati toko underwear dia menengok ke kanan, ada underwear terpajang..... dengan kocak nya dia ngelirikin tuh underwear ke atas ke bawah, ke kanan dan ke kiri.....
hahahaha lebih kocak nya lagi dia bergerak sambil ngeluarin suara lagu yang ada di warkop DKI. indah yang gak sengaja ngeliat gerak-gerik nanda, jadi ikutan ketawa.
"Hahaha....itu kan lagu nya dono" olokku kepada dini. memang di sekolah dia diolok dono. karena kata dini>>>>>i-i_+_o-o>>>>>kata dono

hore akhirnya ibunya mau 16 rb 2 m!! apa kegilaan lainnya???
"wantex sama kain blacu udah dibeli. tinggal beli neci nich tapi kok gk ada ya?"
akhirnya kita nyari penjual neci sambil nyanyi 2x
kali ini gw yg menggila....

"Ayo pak bu kita nyanyi bareng 2x!! ayo goyang duyu!! bebaskan lah gengsi...mu..hahaha" ujarku sambil mengangkat tangan ku membentuk microphone. tawaku dan kawan kawan meledak. hahahaha.....
"Woy berisik banget sih lo pada !!!" omel tukang parkir.
"Emang pasar tempatnya berisik kan. hahaha" ujarku sambil tertawa disusul tawa kawan 2x.

pokoknya hari itu hari yang menyenangkan dech!!!!